Selasa, 03 Desember 2013

Sepenggal Kisah di hari Rabu

Entah kenapa, menjalani hari Rabu kok kurang semangat. Apa iya karena mengajar full 7 jam pelajaran. Emm,. atau karena harus berhadapan dengan anak-anak kelas 8 c yang sangat- sangat tidak respon dalam pembelajaran/ atau karena kelas 8c yang sangat tidak representatif sebab ruangannya yang bukan ruang kelas melainkan ruang laboratorium yang disulap jadi ruang kelas. Padahal, di belakangnya ditaruh mesin-mesin jahit yang sudah rusak parah sebab tak dipakai dan tak terawat.... Yah,... itu semua adalah sebuah tantangan yang memang harus dihadapi seorang guru,... PERJUANGAN DEH! Hemmm,.. dengan penuh keikhlasan dan scenario pembelajaran yang sudah dirancang, akhirnya usai juga mengajar di sana... Intinya bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi mereka,..menghadapi mereka, perlu juga berakting marah sebab pada tidak mengerjakan tugas... bukunya tidak dibawa,.. dan sebagainya,.. dan sebagainya,..yang penting ada efeknya kok,.. Mereka jadi lebih memperhatikan alur KBM,.. Mereka tak suruh mengerjakan tugas di papan tulis,..Nyaman deh,..akhirnya,  satu jam usai juga,..

Oh ya,.. sebelum masuk kelas tadi,..sempat berbagi dengan rekan tentang bagaimana putra-putrinya,. bagus deh pokoknya ,...

Jam ke- 2 dan 3 di kelas 9c,.. 4 dan 5 di kelas 9a,.. dan jam terakhir di kelas 8d,.. Yah,.. mesti marah juga sebab mereka pada tidak mengerjakan tugas lagi,..

Saat istirahat pertama, sempat sharing juga dengan rekan-rekan di prpustakaan tentang juara menyanyi dalam rangka HUT dharma Wanita yang mendapat hadiah jalan-jalan ke Singapura,..Sedangkan pada istirahat kedua ada seorang anak yang sharing tentang tanggung jawabnya untuk mengawasi seseorang yang bukan apa-apanya,.." masak Buk,.. saya harus memantau dia kemana-mana. Kalau pergi dengan saya ortunya membolehkan,.. lha ini dimanfaatkan si Sus untuk berbohong pada ortunya,.. Wah,... Rumit juga ya 

Dah ah,.. gitu aza,..

Senin, 02 Desember 2013

Memilih Metode, Teknik, Strategi, dan Pendekatan dalam Pembelajaran

Setiap kali akan mengajar, seorang guru harus menyiapkan Rencana Pembelajaran yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, kelas, semester, waktu, tujuan, indikator keberhasilan, materi, sumber belajar, metode, alat/media pembelajaran, dan alat evaluasi. menyusun rencana ini bukanlah hal yang mudah, sebab membutuhkan kemampuan untuk menganalisi situasi kelas, kemampuan siswa, dan intake siswa. Seluruh komponen itu harus saling bersinergi agar proses sampai dengan hasil pembelajaran yang diharapkan tercapai. sebagai misal pada pembelajaran bahasa indonesia di kelas VIII semester I ada Standar kompetensi yaitu bermain peran dengan improvisasi...

Ujian Kesabaran

Semakin bertambahnya usia, maka ujian kesabaran itu akan berlangsung semakin mendalam. kalau sudah demikian, maka bisaku hanyalah kembali mengingat pesan yang sering dan selalu diwanti-wanti disampaikan Bapak untukku, " Welinge Bapakne, sabare diundhaki. saya suwe urusane ora saya gampang, nanging tambah ora karu-karuwa. Mulane, nek nemoni bab apa bae, sing nomer siji ya iku ' Sing Sabar,"

Ketika nasihat itu kuterima,, kadang hatiku mengatakan, " Lah, biasa. Nasihat kok menyuruhnya kayak gitu doang. Emange siapa yang menjalani. Tinggal ngomong gampang. sing nglakoni susah minta ampun. "

Aku tak menyalahkan nasihat itu. Namun, betapa beratnya menjalaninya apalagi dalam kondisiku yang seperti sekarang ini.Aku tahu dan sangat tahu. begini : Pulang kerja kehujanan berusaha agar segera sampai rumah. dalam kondisi basah kuyup masuk rumah melihat wajah anak yang cemberut. yang lain, justru datang merajuk dan bertanya, " Ibuk, beli jajanan apa Buk/"

kenapa tak ada yang bertanya," Ibuk kehujanan ya? Mana Buk tasnya. Ibuk langsung ganti baju saja. Buk,.. tak siapkan air hangat ya, untuk mandi,.. Atau kata-kata manis yang lain? Huuh,.. Lebih baik kubuka kembali saja sebuah surat indah dari seorang teman,... inilah suratnya :


17/09/2013 : 16.09
Hello my dearest,
You are a very beautiful woman, so pretty, nice and gentle and I would like to know you better as I am searching for a long lasting relationship..........
I am Mark Jude, am US Army but presently serving in Kabul, Afghanistan, I saw your profile and sincerely wish to know you better and would like to have a good relationship with you and if you are interested please reply for more future communication..............
I will tell you more about myself when I receive your reply..............
Do have a pleasant night and stay blessed...............
I wait for your reply .............

Ke mana kini engkau gerangan tak pernah lagi berkabar?

Sabtu, 30 November 2013

Memaksakan Kemampuan Anak, Benarkah Itu?

Apakah guru-guruku dulu juga sibuk membicarakan kondisi siswa-siswanya yang nakal? yang pintar? yang tingkahnya di kelas aneh-aneh/ yang ngobrol sendiri dengan temannya kalau diterangkan? yang kelihatan cuek dengan gurunya/ yang tak bisa tenang? yang mondar-mandir ke sana kemari selama pembelajaran/ yang tak pernah mengumpulkan tugas? Yang melompat lewat jendela? yang sepertinya tak pernah merasa bersalah pada hal jelas-jelas sudah memukul temannya? yang sering terlambat masuk kelas. yang tak pernah mengumpulkan tugas? Yang membacanya masih seprti anak sedang belajar membaca? yang tidak memakai seragam sekolah, tetapi selalu memakai kaos OR walau tak ada jam? yang suka izin ke belakang dengan teman?

Kukira, tak ada gunanya menuntut terlalu berlebihan di luar minat, bakat, dan kemampuan anak. Untuk apa kita memaksakan sesuatu pelajaran kepadanya kalau mereka sama sekali tidak memberikan respon dan menanggapi apa yang kita berikan...yang penting, apa yang kita berikan berguna bagi mereka, walau mungkin tidak sesuai dengan target kurikulum.


Jumat, 29 November 2013

Pendidikan di Negeriku ( dari kaca mata anak pemelihara itik )

Saat aku masih bersekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai dengan sekolah keguruan, aku tak pernah mengerti problema apa yang dihadapi oleh para guruku waktu itu berkaitan dengan karirnya. Yang ada di kepala kecilku waktu itu adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang termasuk terpandang dan terhormat di sekolah maupun di masyarakat. Tak ada sesuatu pun yang menyebabkan pikiran mereka terforsir untuk urusan-urusan yang menyangkut kariernya ke depan. Kini, aku sedikit paham tentang sikap mereka yang memang tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang harus senantiasa tunduk dan patuh pada peraturan waktu itu yaitu masa-masa awal pemerintahan orde baru. 

Telah kita mengerti bahwa pada masa itu Indonesia sedang memulai membangun pasca perang kemerdekaan dan masa revolusi, yang diakhiri dengan peristiwa tragis gugurnya 9 perwira angkatan darat dalam peristiwa yang kemudian terkenal dengan istilah G30S/PKI. 

Sejak pemerintahan  yang dipimpin oleh jenderal Suharto, tata kehidupan baru dimulai dengan dasar pelaksanaan pancasila yang murni dan konsekuen.Hal imi pun berpengaruh pada kehidupan guru yang bekerja semata-mata untuk mengabdi dan melayani kepentingan bangsa dan negara. Mereka wajib untuk patuh dan tunduk pada pemerintah, baik dalam kaitannya dengan kesejahteraan dan karir yang diatur dengan nama KPO ( Kenaikan Pangkat Otomatis ).

Oleh karena itu, dalam pengamatanku, guru benar-benar bekerja atas dasar dedikasi yang tinggi untuk mendidik putra-putri bangsa secara tulus ikhlas tanpa pamrih. Akhirnya, murid-murid yang terlahir pun adalah manusia-manusia terbaik yang bisa diandalkan di negeri ini ( sekali lagi,ini adalah menurut kaca mata penglihatanku )

Namun,  menjelang era reformasi, ada geliat baru dalam kehidupan guru yaitu dengan adanya beberapa organisasi yang menampung aspirasi guru. Secara khusus adalah PGRI, sedangkan organisasi yang mengayomi pegawai adalah Korpri atau Korp Pegawai Republik Indonesia. Dalam kehidupan istri pegawai pun juga muncul organisasi yaitu Dharma Wanita.

Kini, setelah ada peraturan baru tentang jenjang karir guru dengan PAK atau penetapan Angka Kredit, sussana kehidupan guru sedikit berubah sebab setiap saat,guru disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untu mengumpulkan angka kredit agar bisa naik pangkat dalam waktu secepat-cepatnya yaitu 2 tahun. kalau diamati, konsentrasi guru dalam menjalankan tugas menjadi terpecah sebab seolah tak tulus lagi dalam mengajar dan mendidik anak sebab motivasinya adalah agar bisa mengumpulkan angka kredit sebanyak-banyaknya dan segera bisa naik pangkat.

Hal ini kian berlanjut setelah munculnya UU guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005, di mana guru dan dosen yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu bisa mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Dengan hal tersebut, banyakyang akhirnya berminat untuk menjadi seorang guru. Namun kini, peraturan tentang guru bertambah lagi menyusul UU tersebut yaitu Permenpan dan RB nomor 16 tahun 2007 yang mengatur tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dalam rangka menggantikan UU sebelumnya tenatng kenaikan pangkat guru dengan PAK yaitu UU nomor 84 tahun 1998.

Peraturan baru ini tidak semakin mudah, justru kian menantang bagi keprofesionalitasan  seorang guru. Kalau peraturan sebelumnya, asalkan telah mampu mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan, setiap dua tahun, mereka berhak mengajukan kenaikan pangkat, hingga akhirnya, saat ada keharusan menyusun karya ilmiah untuk naik pangkat dari golongan IV a ke IVb banyak yang tak bisa memenuhi.

Pada peraturan yang mulai berlaku pada awal 2013 ini, siapkah kita menghadapinya,..? jawaban yang paling tepat adalah " Harus siap,.. Siapa takut??"



Sabtu, 09 November 2013

Bunga Rampai : Kesehatan

Bunga Rampai : Kesehatan

Kebutuhan hidup paling utama adalah kesehatan. Apa pun usaha akan ditempuh agar kita senantiasa sehat wal afiat.  Namun sayangnya, kadang seseorang kurang menghargainya kala sedang sehat dengan memliki pola hidup, pola makan, pola kerja, pola tidur, dan pola istirahat yang tidak memperhatikan kesehatan, Seseorang kadang baru menyadarinya setelah ia jatuh sakit. Yah, sakit memang ujian dan sarana untuk instrospeksi  kehdupan kita pada tentang hidup kita pada masa-masa yang telah lalu. Memang, sakit yang kita derita sering juga disebabkan oleh fator keturunan atau genetis. Akan tetapi, pola hidup sehat adalah yang lebih utama mesti kita terapkan.

Kesehatan tak lepas dari asupan makanan yang kita konsumsi. Saat usia telah mencapai kedewasaan, pola kebutuhan makannya berbeda dengan saat masih anak-anak dan remaja. Apalagi bagi seorang Ibu Rumah Tangga yang setiap hari bergelut dengan urusan anak, suami, keluarga, dan segala problematikanya. Bila dia tidak berhati-hati, pola makannya menjadi tidak terkontrol. Akibatnya ia mengalami obesitas yang akhirnya memunculkan penyakit- penyakit lain yang sering menyertai, misal jantung, kolesterol tinggi, gula, asam urat, dsb

Selasa, 05 November 2013

Menganalisis Kompetensi Dasar Kelas VIII

Pembelajaran bahasa Indinesia SMP kelas VIII pada semester satu meliputi 18 kompetensi dasar antara lain : menyimpulkan isi laporan, menganalisis laporan, melakukan wawancara dengan nara sumber tentang topik tertentu, mengidentifikasi unsur instrinsik teks drama, mengidentifikasi unsur-unsur pementasan drama, menulis naskah drama satu babak, bermain drama sesuai naskah yang ditulis siswa, bermain drama dengan improvisasi, menentukan letak  pada denah, menulis surat dinas tentang kegiatan sekolah, membaca memindai buku telepon dan ensiklopedi. dari KD yang saya tulis tersebut, seolah tidak menyiratkan adanya penekanan pada pengetahuan tertentu, tetapi pengetahuan itu menyatu dalam kegiatan nyata yang dilakukan oleh siswa. Sebagai contoh :
1. Menganalisis Laporan :
    Dalam KBM,, langkah-langkah yang mestinya dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
    a. memberikan gambaran secara sekilas apakah laopran itu
    b. memberikan gambaran sekilas bagaimana menganalisi sebuah laporan
    c. memberikan contoh beberapa wacana yang termasuk laporan
    d. memberikan kesempatan pada anak untuk memahami isi laporan dengan membaca intensif
    e. menentukan pokok-pokok isi laporan dengan menggunakan rumus 5w + 1 H secara berkelompok
    f. mempresentasikan hasil diskusi kelompok
   g. menyimpulkan hasil diskusi kelompok
   Bila masih ada waktu,. pembelajaran ini bisa diulangi dengan laporan yang berbeda.

2. Melakukan wawancara dengan nara sumber

Solusi Kejenuhan

Betapa jauhnya kesenjangan yang terjadi di antara penduduk yang memiliki latar belakang kehidupan yang jauh berbeda. Pernahkah Anda mengalami tinggal di sebuah pelosok perkampungan yang sangat jauh dari tempat tinggal semula? Seandainya pernah, sampai berapa lama anda kuat bertahan di sana? Sebagai manusia yang hidup dalam lingkungan baru, suka tidak suka kita harus menerima kondisi seburuk apa pun, bahkan perlakuan sekejam apa pun. dan,.. daya beradaptasi seseorang tentu ada batas-batasnya. Berapa harikah? Sehari, dua hari, seminggu, tiga minggu, atau berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun? Ketika akhirnya Anda telah jenuh dengan lingkungan yang sangat tidak kondusif, apakah yang akan Anda lakukan? tetap bertahan sampai nyawa meninggalkan badan? Atau akan terus bertahan dalam kesakitan?

Senin, 21 Oktober 2013

Sepenggal Cerita dari pelosok Desa

Bahwa cerita terindah adalah tentang cinta,.. setujukah Anda? Setiap kali di kelas anak sedang kegiatan pembelajaran, pembicaraan dibelokkan sedikit ke perkara cinta, rona wajah mereka akan seketika berubah bersemu merah. Saat kita sedang mengobrol santai ataupun sedikit serius, bila ternyata pembicaraan sampai pada perkara yang menyangkut cinta, pasti suasana akan semakin riuh saja. Demikianlah cerita cinta yang takkan pernah habis untuk dikupas.

Berikut ada eberapa kisah berkaitan dengan cinta

ANAK 15 TAHUN HAMPIR PUNYA ANAK

EEn   : " Kalau di sini sudah biasa Bu, umur 13 tahun, atau bahkan 12 tahun sudah menikah. Lha itu Warni 
             usianya baru 13 tahun sekarang sudah hamil 9 bulan sebentar lagi mau melahirkan."
Maya: " Walah, lha dulu niahnya usia berapa?"
EEn   : " 12 tahun "
Sepulang sekolah sekitar pukul 14.00, Maya diberitahu oleh Een..
Een : " Bu, pingin nengok gak, itu Warni sedang melahirkan."
( Kulihat seorang bayi masih berlumuran darah tergeletak di atas tampah. ada talipusar yang belum dirapikan. tangisnya keras. Sementara di atas amben seorang anak tergeletak dan dipijat oleh seorang dukun. Ada seorang permpuan tua berteriak dan menangis, " kamu jangan mati ya War, jangan mati,.. kasihan bayimu bagaimana. Hiduplah,.. Hiduplah . tak ada satu orang lelaki pun di situ. )

RAMA DAN SHINTA CILIK

Kuperkirakan usia mereka baru 15 an tahun. Setiap sore seusai mandi, Era berdandan cukup mencolok. Bedaknya tebal, lipstiknya memerah darah, dan eyesadow tebal di kelopak mata. Ternyata, pada malam harinya banyak orang nonton TV di rumahnya, sedangkan dia duduk berdempetan mesra dengan seorang lelaki yang menurutku belum dewasa juga," siapa sih mereka" Pikirku. Dumi yang menjawab, " mereka pengantin baru Bu,.. baru menikah 2 bulan yang lalu,.." Wawww,..

DROUP OUT DI KELAS VI SD SEBAB AKAN MENIKAH

Lho,.. masak see,.. anak umur 12 tahun mau menikah, calon suaminya sudah duda 35 tahuan beranak bujang 17 tahun lagi,.. Lha kelak nasibnya bagaimana. Ternyata pernikahan itu akhirnya terjadi juga. Semula si perempuan bekerja di sawah, sedangkan yang laki-laki buruh ke kota. setelah punya dua anak,, ternyata cerai dan si perempuan kabarnya berjualan ke kota. Cuma semua pada menutup mata apa arti kata berjualan itu. yang jelas kalau pulang dandannya menor dan baju yang dipakainya serono. Sering datang dan pergi dijemput oleh lelaki asing,....

MENIKAH, PUNYA ANAK, DAN DITINGGALKAN SUAMI

Si lelaki memang kurang ajar, setelah menghisap madunya, menanamkan benih,, anaknya lahir, ia pergi begitu saja,.. Bahkan kabarnya malah menikah dengan perempuan lain. tak ada yang protes. Semua menerima dan membiarkannya. Juga anak dan istrinya itu,.. Ke mana akhirnya si Ibu muda menghidupi bayinya,.. Tak ada jalan lain,.. Pegi mengembara memperjuangkan nasib dengan caranya sendriri,.. Siapakah yang mau tahu,..?

MENIKAH, PUNYA ANAK, MENJADI TKW KE LUAR NEGERI
...........................................................................................................
........................................................................................................


Jumat, 18 Oktober 2013

Tentang Air Mata

Pernah aku tertawa sebab seorang anak menangis dan mengeluarkan air di matanya. Hal itu kutertawakan sebab kurasa agak aneh saja. Oleh perkara yang teramat sepele atau ringan saja anak itu bisa menangis bahkan sampai mengeluarkan air matanya. Yang kuherankan, bisa-bisanya berangkat ke sekolah tidak ada temannya bisa menangis. Atau berangkat sekolah, ketinggalan dari temannya terus menangis. Apanya yang mengharukan coba?

Namun, kini aku takkan lagi bisa menertawakan begitu saja terhadap orang yang menangis, sebab ternyata tangisan itu memiliki arti yang sangat mendalam. Minimal sebabnya adalah aku sudah mengalaminya sendiri.

Saat masih muda/masih bersekolah/masih ikut orang tua, kayaknya belum ada sesuatu sebab besar yang menyebabkan aku terharu dan akhirnya menangis. Em,, kalau takut dan cemas sering kualami,... tapi kalau menangis,.. wah,.. enggaklah.

sedangkan untuk saat ini, aku tak boleh lagi meremehkan anak atau orang yang sedang menangis sebab telah kusadari alasan apa yang mendasarinya.dan ini terutama terjadi karena aku sendiri sering menangis.............................Ya,.. ya,.. ya,... saat ini,.. aku memang sering menangis.

Ternyata, terlalu banyak hal yang menyebabkan seseorang menangis, sedangkan contoh di atas hanyalah sebagian kecil penyebabnya. Semakin bertambahnya usia, dan semakin banyaknya problematika hidup yang dialami, ternyata bisa menyebabkan seseorang menangis.Yang paling aku sadari, penyebabnya yang paling mendasar adalah karena orang itu merasa sudah terancam harga dirinya dan juga keselamatannya. 

Sebagai contoh nyata, kalau kita dihina atau merasa terhina oleh perlakuan atau perkataan orang lain seketika hati seolah tersentuh sehingga merangsang mata untuk mengeluarkan air mata. Sebelum usai rasa tersinggungnya atau sakit hatinya, air mata itu ternyata tak juga mau berhenti. Atau juga karena dia sedang terancam keselamatannya,bahkan diperkirakan usia hidupnya di dunia sudah tinggal beberapa saat lagi. menangisnya ini lebih disebabkan karena takut menjalani kehidupan barunya nanti baik di alam kubur maupun alam keabadian. Bukankah di dua alam itu kelak kita wajib mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup di alam dunia..?

Atau juga kita kadang terlalu mengkhawatirkan nasib anak kita kelak setelah kita mati.? Apalagi kalau ternyata sesuatu hal yang ada pada si anak tidak sesuai dengan yang kita harapkan,.. Masya Allah, ( Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian ),.. Kembali mesti kita sadari, anak adalah titipan Allah, amanah yang harus kita rawat, kita jaga, dan kita didik dengan sebaik-baiknya. Pada anak juga kita sematkan segenap harapan dan cita-cita. Namun, belum tentu kondisi anak sesuai dengan harapan, sehingga kadang hal ini bisa mengecewakan orang tua.

Em, apa iya orang tua tidak mencintai dan menyayangi anaknya, bahkan ia malah kecewa mendapatkan amanah itu?Dan perlu diingat juga, dari anak  sebenarnya kita juga diuji oleh Allah tentang banyak hal,..

Bila mungkin dalam banyak event menyebabkan kita menangis, tak ada jalan lain kecuali kita kembalikan semua urusan kepada Allah SWT. Sebab dariNyalah sumber dari segala sumber yang akhirnya terjadi. manusia memiliki hak untuk berusaha dan berikhtiar, tetapi ketentuan terakhir adalah di tanganNya,..

Semoga kita tak takut lagi menghadapi kematian, dan semoga anak-anak keturunan kita tidak menyebabkan kedihan hati yang berakhir dengan tangisan...

Saat air mata mengembang
Meremang di pelupuk mata
Meleleh pula membasahi pipi
Menghangatkan kulit pipimu

Kesedihan apa yang tengah kausandang
Wahai sahabatku
Duka apa yang tengah kau rasakan

Sebab sakit yang kauderita
Sebab anak yang menyakitimu
Atau sebab kau tersakiti?

hapuslah air mata itu sahabatku