Apakah guru-guruku dulu juga sibuk membicarakan kondisi siswa-siswanya yang nakal? yang pintar? yang tingkahnya di kelas aneh-aneh/ yang ngobrol sendiri dengan temannya kalau diterangkan? yang kelihatan cuek dengan gurunya/ yang tak bisa tenang? yang mondar-mandir ke sana kemari selama pembelajaran/ yang tak pernah mengumpulkan tugas? Yang melompat lewat jendela? yang sepertinya tak pernah merasa bersalah pada hal jelas-jelas sudah memukul temannya? yang sering terlambat masuk kelas. yang tak pernah mengumpulkan tugas? Yang membacanya masih seprti anak sedang belajar membaca? yang tidak memakai seragam sekolah, tetapi selalu memakai kaos OR walau tak ada jam? yang suka izin ke belakang dengan teman?
Kukira, tak ada gunanya menuntut terlalu berlebihan di luar minat, bakat, dan kemampuan anak. Untuk apa kita memaksakan sesuatu pelajaran kepadanya kalau mereka sama sekali tidak memberikan respon dan menanggapi apa yang kita berikan...yang penting, apa yang kita berikan berguna bagi mereka, walau mungkin tidak sesuai dengan target kurikulum.
Sabtu, 30 November 2013
Memaksakan Kemampuan Anak, Benarkah Itu?
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Jumat, 29 November 2013
Pendidikan di Negeriku ( dari kaca mata anak pemelihara itik )
Saat aku masih bersekolah, baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai dengan sekolah keguruan, aku tak pernah mengerti problema apa yang dihadapi oleh para guruku waktu itu berkaitan dengan karirnya. Yang ada di kepala kecilku waktu itu adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang termasuk terpandang dan terhormat di sekolah maupun di masyarakat. Tak ada sesuatu pun yang menyebabkan pikiran mereka terforsir untuk urusan-urusan yang menyangkut kariernya ke depan. Kini, aku sedikit paham tentang sikap mereka yang memang tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang harus senantiasa tunduk dan patuh pada peraturan waktu itu yaitu masa-masa awal pemerintahan orde baru.
Telah kita mengerti bahwa pada masa itu Indonesia sedang memulai membangun pasca perang kemerdekaan dan masa revolusi, yang diakhiri dengan peristiwa tragis gugurnya 9 perwira angkatan darat dalam peristiwa yang kemudian terkenal dengan istilah G30S/PKI.
Sejak pemerintahan yang dipimpin oleh jenderal Suharto, tata kehidupan baru dimulai dengan dasar pelaksanaan pancasila yang murni dan konsekuen.Hal imi pun berpengaruh pada kehidupan guru yang bekerja semata-mata untuk mengabdi dan melayani kepentingan bangsa dan negara. Mereka wajib untuk patuh dan tunduk pada pemerintah, baik dalam kaitannya dengan kesejahteraan dan karir yang diatur dengan nama KPO ( Kenaikan Pangkat Otomatis ).
Oleh karena itu, dalam pengamatanku, guru benar-benar bekerja atas dasar dedikasi yang tinggi untuk mendidik putra-putri bangsa secara tulus ikhlas tanpa pamrih. Akhirnya, murid-murid yang terlahir pun adalah manusia-manusia terbaik yang bisa diandalkan di negeri ini ( sekali lagi,ini adalah menurut kaca mata penglihatanku )
Namun, menjelang era reformasi, ada geliat baru dalam kehidupan guru yaitu dengan adanya beberapa organisasi yang menampung aspirasi guru. Secara khusus adalah PGRI, sedangkan organisasi yang mengayomi pegawai adalah Korpri atau Korp Pegawai Republik Indonesia. Dalam kehidupan istri pegawai pun juga muncul organisasi yaitu Dharma Wanita.
Kini, setelah ada peraturan baru tentang jenjang karir guru dengan PAK atau penetapan Angka Kredit, sussana kehidupan guru sedikit berubah sebab setiap saat,guru disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untu mengumpulkan angka kredit agar bisa naik pangkat dalam waktu secepat-cepatnya yaitu 2 tahun. kalau diamati, konsentrasi guru dalam menjalankan tugas menjadi terpecah sebab seolah tak tulus lagi dalam mengajar dan mendidik anak sebab motivasinya adalah agar bisa mengumpulkan angka kredit sebanyak-banyaknya dan segera bisa naik pangkat.
Hal ini kian berlanjut setelah munculnya UU guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005, di mana guru dan dosen yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu bisa mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Dengan hal tersebut, banyakyang akhirnya berminat untuk menjadi seorang guru. Namun kini, peraturan tentang guru bertambah lagi menyusul UU tersebut yaitu Permenpan dan RB nomor 16 tahun 2007 yang mengatur tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dalam rangka menggantikan UU sebelumnya tenatng kenaikan pangkat guru dengan PAK yaitu UU nomor 84 tahun 1998.
Peraturan baru ini tidak semakin mudah, justru kian menantang bagi keprofesionalitasan seorang guru. Kalau peraturan sebelumnya, asalkan telah mampu mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan, setiap dua tahun, mereka berhak mengajukan kenaikan pangkat, hingga akhirnya, saat ada keharusan menyusun karya ilmiah untuk naik pangkat dari golongan IV a ke IVb banyak yang tak bisa memenuhi.
Pada peraturan yang mulai berlaku pada awal 2013 ini, siapkah kita menghadapinya,..? jawaban yang paling tepat adalah " Harus siap,.. Siapa takut??"
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Sabtu, 09 November 2013
Bunga Rampai : Kesehatan
Bunga Rampai : Kesehatan
Kebutuhan hidup paling utama adalah kesehatan. Apa pun usaha akan ditempuh agar kita senantiasa sehat wal afiat. Namun sayangnya, kadang seseorang kurang menghargainya kala sedang sehat dengan memliki pola hidup, pola makan, pola kerja, pola tidur, dan pola istirahat yang tidak memperhatikan kesehatan, Seseorang kadang baru menyadarinya setelah ia jatuh sakit. Yah, sakit memang ujian dan sarana untuk instrospeksi kehdupan kita pada tentang hidup kita pada masa-masa yang telah lalu. Memang, sakit yang kita derita sering juga disebabkan oleh fator keturunan atau genetis. Akan tetapi, pola hidup sehat adalah yang lebih utama mesti kita terapkan.
Kesehatan tak lepas dari asupan makanan yang kita konsumsi. Saat usia telah mencapai kedewasaan, pola kebutuhan makannya berbeda dengan saat masih anak-anak dan remaja. Apalagi bagi seorang Ibu Rumah Tangga yang setiap hari bergelut dengan urusan anak, suami, keluarga, dan segala problematikanya. Bila dia tidak berhati-hati, pola makannya menjadi tidak terkontrol. Akibatnya ia mengalami obesitas yang akhirnya memunculkan penyakit- penyakit lain yang sering menyertai, misal jantung, kolesterol tinggi, gula, asam urat, dsb
Kebutuhan hidup paling utama adalah kesehatan. Apa pun usaha akan ditempuh agar kita senantiasa sehat wal afiat. Namun sayangnya, kadang seseorang kurang menghargainya kala sedang sehat dengan memliki pola hidup, pola makan, pola kerja, pola tidur, dan pola istirahat yang tidak memperhatikan kesehatan, Seseorang kadang baru menyadarinya setelah ia jatuh sakit. Yah, sakit memang ujian dan sarana untuk instrospeksi kehdupan kita pada tentang hidup kita pada masa-masa yang telah lalu. Memang, sakit yang kita derita sering juga disebabkan oleh fator keturunan atau genetis. Akan tetapi, pola hidup sehat adalah yang lebih utama mesti kita terapkan.
Kesehatan tak lepas dari asupan makanan yang kita konsumsi. Saat usia telah mencapai kedewasaan, pola kebutuhan makannya berbeda dengan saat masih anak-anak dan remaja. Apalagi bagi seorang Ibu Rumah Tangga yang setiap hari bergelut dengan urusan anak, suami, keluarga, dan segala problematikanya. Bila dia tidak berhati-hati, pola makannya menjadi tidak terkontrol. Akibatnya ia mengalami obesitas yang akhirnya memunculkan penyakit- penyakit lain yang sering menyertai, misal jantung, kolesterol tinggi, gula, asam urat, dsb
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Selasa, 05 November 2013
Menganalisis Kompetensi Dasar Kelas VIII
Pembelajaran bahasa Indinesia SMP kelas VIII pada semester satu meliputi 18 kompetensi dasar antara lain : menyimpulkan isi laporan, menganalisis laporan, melakukan wawancara dengan nara sumber tentang topik tertentu, mengidentifikasi unsur instrinsik teks drama, mengidentifikasi unsur-unsur pementasan drama, menulis naskah drama satu babak, bermain drama sesuai naskah yang ditulis siswa, bermain drama dengan improvisasi, menentukan letak pada denah, menulis surat dinas tentang kegiatan sekolah, membaca memindai buku telepon dan ensiklopedi. dari KD yang saya tulis tersebut, seolah tidak menyiratkan adanya penekanan pada pengetahuan tertentu, tetapi pengetahuan itu menyatu dalam kegiatan nyata yang dilakukan oleh siswa. Sebagai contoh :
1. Menganalisis Laporan :
Dalam KBM,, langkah-langkah yang mestinya dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
a. memberikan gambaran secara sekilas apakah laopran itu
b. memberikan gambaran sekilas bagaimana menganalisi sebuah laporan
c. memberikan contoh beberapa wacana yang termasuk laporan
d. memberikan kesempatan pada anak untuk memahami isi laporan dengan membaca intensif
e. menentukan pokok-pokok isi laporan dengan menggunakan rumus 5w + 1 H secara berkelompok
f. mempresentasikan hasil diskusi kelompok
g. menyimpulkan hasil diskusi kelompok
Bila masih ada waktu,. pembelajaran ini bisa diulangi dengan laporan yang berbeda.
2. Melakukan wawancara dengan nara sumber
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Solusi Kejenuhan
Betapa jauhnya kesenjangan yang terjadi di antara penduduk yang memiliki latar belakang kehidupan yang jauh berbeda. Pernahkah Anda mengalami tinggal di sebuah pelosok perkampungan yang sangat jauh dari tempat tinggal semula? Seandainya pernah, sampai berapa lama anda kuat bertahan di sana? Sebagai manusia yang hidup dalam lingkungan baru, suka tidak suka kita harus menerima kondisi seburuk apa pun, bahkan perlakuan sekejam apa pun. dan,.. daya beradaptasi seseorang tentu ada batas-batasnya. Berapa harikah? Sehari, dua hari, seminggu, tiga minggu, atau berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun? Ketika akhirnya Anda telah jenuh dengan lingkungan yang sangat tidak kondusif, apakah yang akan Anda lakukan? tetap bertahan sampai nyawa meninggalkan badan? Atau akan terus bertahan dalam kesakitan?
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Senin, 21 Oktober 2013
Sepenggal Cerita dari pelosok Desa
Bahwa cerita terindah adalah tentang cinta,.. setujukah Anda? Setiap kali di kelas anak sedang kegiatan pembelajaran, pembicaraan dibelokkan sedikit ke perkara cinta, rona wajah mereka akan seketika berubah bersemu merah. Saat kita sedang mengobrol santai ataupun sedikit serius, bila ternyata pembicaraan sampai pada perkara yang menyangkut cinta, pasti suasana akan semakin riuh saja. Demikianlah cerita cinta yang takkan pernah habis untuk dikupas.
Berikut ada eberapa kisah berkaitan dengan cinta
ANAK 15 TAHUN HAMPIR PUNYA ANAK
EEn : " Kalau di sini sudah biasa Bu, umur 13 tahun, atau bahkan 12 tahun sudah menikah. Lha itu Warni
usianya baru 13 tahun sekarang sudah hamil 9 bulan sebentar lagi mau melahirkan."
Maya: " Walah, lha dulu niahnya usia berapa?"
EEn : " 12 tahun "
Sepulang sekolah sekitar pukul 14.00, Maya diberitahu oleh Een..
Een : " Bu, pingin nengok gak, itu Warni sedang melahirkan."
( Kulihat seorang bayi masih berlumuran darah tergeletak di atas tampah. ada talipusar yang belum dirapikan. tangisnya keras. Sementara di atas amben seorang anak tergeletak dan dipijat oleh seorang dukun. Ada seorang permpuan tua berteriak dan menangis, " kamu jangan mati ya War, jangan mati,.. kasihan bayimu bagaimana. Hiduplah,.. Hiduplah . tak ada satu orang lelaki pun di situ. )
RAMA DAN SHINTA CILIK
Kuperkirakan usia mereka baru 15 an tahun. Setiap sore seusai mandi, Era berdandan cukup mencolok. Bedaknya tebal, lipstiknya memerah darah, dan eyesadow tebal di kelopak mata. Ternyata, pada malam harinya banyak orang nonton TV di rumahnya, sedangkan dia duduk berdempetan mesra dengan seorang lelaki yang menurutku belum dewasa juga," siapa sih mereka" Pikirku. Dumi yang menjawab, " mereka pengantin baru Bu,.. baru menikah 2 bulan yang lalu,.." Wawww,..
DROUP OUT DI KELAS VI SD SEBAB AKAN MENIKAH
Lho,.. masak see,.. anak umur 12 tahun mau menikah, calon suaminya sudah duda 35 tahuan beranak bujang 17 tahun lagi,.. Lha kelak nasibnya bagaimana. Ternyata pernikahan itu akhirnya terjadi juga. Semula si perempuan bekerja di sawah, sedangkan yang laki-laki buruh ke kota. setelah punya dua anak,, ternyata cerai dan si perempuan kabarnya berjualan ke kota. Cuma semua pada menutup mata apa arti kata berjualan itu. yang jelas kalau pulang dandannya menor dan baju yang dipakainya serono. Sering datang dan pergi dijemput oleh lelaki asing,....
MENIKAH, PUNYA ANAK, DAN DITINGGALKAN SUAMI
Si lelaki memang kurang ajar, setelah menghisap madunya, menanamkan benih,, anaknya lahir, ia pergi begitu saja,.. Bahkan kabarnya malah menikah dengan perempuan lain. tak ada yang protes. Semua menerima dan membiarkannya. Juga anak dan istrinya itu,.. Ke mana akhirnya si Ibu muda menghidupi bayinya,.. Tak ada jalan lain,.. Pegi mengembara memperjuangkan nasib dengan caranya sendriri,.. Siapakah yang mau tahu,..?
MENIKAH, PUNYA ANAK, MENJADI TKW KE LUAR NEGERI
...........................................................................................................
........................................................................................................
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Jumat, 18 Oktober 2013
Tentang Air Mata
Pernah aku tertawa sebab seorang anak menangis dan mengeluarkan air di matanya. Hal itu kutertawakan sebab kurasa agak aneh saja. Oleh perkara yang teramat sepele atau ringan saja anak itu bisa menangis bahkan sampai mengeluarkan air matanya. Yang kuherankan, bisa-bisanya berangkat ke sekolah tidak ada temannya bisa menangis. Atau berangkat sekolah, ketinggalan dari temannya terus menangis. Apanya yang mengharukan coba?
Namun, kini aku takkan lagi bisa menertawakan begitu saja terhadap orang yang menangis, sebab ternyata tangisan itu memiliki arti yang sangat mendalam. Minimal sebabnya adalah aku sudah mengalaminya sendiri.
Saat masih muda/masih bersekolah/masih ikut orang tua, kayaknya belum ada sesuatu sebab besar yang menyebabkan aku terharu dan akhirnya menangis. Em,, kalau takut dan cemas sering kualami,... tapi kalau menangis,.. wah,.. enggaklah.
sedangkan untuk saat ini, aku tak boleh lagi meremehkan anak atau orang yang sedang menangis sebab telah kusadari alasan apa yang mendasarinya.dan ini terutama terjadi karena aku sendiri sering menangis.............................Ya,.. ya,.. ya,... saat ini,.. aku memang sering menangis.
Ternyata, terlalu banyak hal yang menyebabkan seseorang menangis, sedangkan contoh di atas hanyalah sebagian kecil penyebabnya. Semakin bertambahnya usia, dan semakin banyaknya problematika hidup yang dialami, ternyata bisa menyebabkan seseorang menangis.Yang paling aku sadari, penyebabnya yang paling mendasar adalah karena orang itu merasa sudah terancam harga dirinya dan juga keselamatannya.
Sebagai contoh nyata, kalau kita dihina atau merasa terhina oleh perlakuan atau perkataan orang lain seketika hati seolah tersentuh sehingga merangsang mata untuk mengeluarkan air mata. Sebelum usai rasa tersinggungnya atau sakit hatinya, air mata itu ternyata tak juga mau berhenti. Atau juga karena dia sedang terancam keselamatannya,bahkan diperkirakan usia hidupnya di dunia sudah tinggal beberapa saat lagi. menangisnya ini lebih disebabkan karena takut menjalani kehidupan barunya nanti baik di alam kubur maupun alam keabadian. Bukankah di dua alam itu kelak kita wajib mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup di alam dunia..?
Atau juga kita kadang terlalu mengkhawatirkan nasib anak kita kelak setelah kita mati.? Apalagi kalau ternyata sesuatu hal yang ada pada si anak tidak sesuai dengan yang kita harapkan,.. Masya Allah, ( Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian ),.. Kembali mesti kita sadari, anak adalah titipan Allah, amanah yang harus kita rawat, kita jaga, dan kita didik dengan sebaik-baiknya. Pada anak juga kita sematkan segenap harapan dan cita-cita. Namun, belum tentu kondisi anak sesuai dengan harapan, sehingga kadang hal ini bisa mengecewakan orang tua.
Em, apa iya orang tua tidak mencintai dan menyayangi anaknya, bahkan ia malah kecewa mendapatkan amanah itu?Dan perlu diingat juga, dari anak sebenarnya kita juga diuji oleh Allah tentang banyak hal,..
Bila mungkin dalam banyak event menyebabkan kita menangis, tak ada jalan lain kecuali kita kembalikan semua urusan kepada Allah SWT. Sebab dariNyalah sumber dari segala sumber yang akhirnya terjadi. manusia memiliki hak untuk berusaha dan berikhtiar, tetapi ketentuan terakhir adalah di tanganNya,..
Semoga kita tak takut lagi menghadapi kematian, dan semoga anak-anak keturunan kita tidak menyebabkan kedihan hati yang berakhir dengan tangisan...
Saat air mata mengembang
Meremang di pelupuk mata
Meleleh pula membasahi pipi
Menghangatkan kulit pipimu
Kesedihan apa yang tengah kausandang
Wahai sahabatku
Duka apa yang tengah kau rasakan
Sebab sakit yang kauderita
Sebab anak yang menyakitimu
Atau sebab kau tersakiti?
hapuslah air mata itu sahabatku
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Sweets Memories
Takkan pernah bisa terhapuskan
awal pertama kau menyapaku
dan yang kurasakan
tentang kejernihan hatimu
membuatku ingin menerira
salam sapa perkenalanmu
Bahwa banyak kujelaskan
tentang apa yang memang sebenarnya
dan kau pun seolah tak peduli
sebab alasanmu semata
sebagai sebuah persahabatan
walau ternyata pula
terlalu banyak pihak yang tak suka
bahkan mencerca sedemikian rupa
apa yang kulakukan
pun yang kau lakukan
seandainya,.. yah,.. seandainya
namun aku tak mau berandai-andai
sebab berpanjang angan
membuat syetan bersorak gembira
Sudahlah
cukuplah semua sampai di sini saja
sebab kau pun terlalu menghinakanku
seolah aku hanyalah manusia terhina
yang pantas untuk dihinakan
awal pertama kau menyapaku
dan yang kurasakan
tentang kejernihan hatimu
membuatku ingin menerira
salam sapa perkenalanmu
Bahwa banyak kujelaskan
tentang apa yang memang sebenarnya
dan kau pun seolah tak peduli
sebab alasanmu semata
sebagai sebuah persahabatan
walau ternyata pula
terlalu banyak pihak yang tak suka
bahkan mencerca sedemikian rupa
apa yang kulakukan
pun yang kau lakukan
seandainya,.. yah,.. seandainya
namun aku tak mau berandai-andai
sebab berpanjang angan
membuat syetan bersorak gembira
Sudahlah
cukuplah semua sampai di sini saja
sebab kau pun terlalu menghinakanku
seolah aku hanyalah manusia terhina
yang pantas untuk dihinakan
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Mung Sekedar Sharing
Wah, maca judhule bae wis marahi bingung. Apa maneh yen wis maca tulisane, mesti tambah ora mudheng. Lha piye ya, iki pancen tulisan sing blas ora genah, amarga sing nulis pernahe ya lagi rada ora beres ( tapi ora gendheng kok wong tulisane iya muni tur isih kena diwaca tur ya rada-rada isih ana tegese,..
Ngene lho, sabenere sing lagi pingin tak critakna karo sapa bae sing dhemen maca tulisanku,.. dadi wong iku sing sakbenere ya gampang-gampang susah.. cok ana sing takon kok bisa mengkono,.. Lha kepriye, saben wong ke nduwe latar belakang panguripan sing beda-beda ugo asal-usul sing beda uga.. Mulane kuwi tak kira kabeh ya ngrasakke nek urip iku pancen rumite ora ngadubilah,.. Jan,.. Serba-serbine marahi ati bingung, pikiran puyeng lan awake mbedhedheg,..
kanggone para mitra sing ngemban tugas dadi guru ana ing pawiyatan agung,.. mesti ngrasakke yen peraturan-peraturan minangka dadi guru iku diowahi terus,.. Perubahan peraturan gelem ora gelem menuntut guru kudu terus menyesuaikan diri dn beradaptasi ( Aja digeguyu ya nek bahasane amburadul bin campur aduk )
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Jumat, 27 September 2013
Mencari Solusi
hal paling tidak menyenangkan adalah ketika menghadapi masalah,.. masalah membuat hidup menjadi tersiksa., apalagi jika kesalahan itu dilakukan oleh kebodohannya sendiri atau keteledorannya sendiri,.. Sebetulnya see,.. bukan semata-mata kesalahannya sendiri,.. namun mengapa orang yang dipercaya tak memahami kepercayaannya it hingga akhirnya siksa kesalahan itu harus terjadi,..
Sebagai misal kasus begini,.. ada seorang rekan yang menawarkan sebidang tanah sedangkan memang kita sedang menginginkannya. Kita pun selalu mencoba berkomunikasi dengan orang terdekat kita,.. yah,.. suami kita atau istri kita lah,..akhirnya ternyata, suami kita pun setuju dan akhirnya memproses bisa tidaknya ada kesepakatan harga,.. Hingga akhirnya,.. kesepakatan pun diperoleh,.. ternyata si pemilik tanah meminta uang jaminan,.. si suami meminta istrinya untuk menyiapkan uang itu,.. dengan dasar perhitungan yang pernah dia lakukan,. akhirnya uang itu diserahkan ke suaminya untu dihitung,. Eh,.. si suami malah menyerahkan uang itu untuk dihitung sendiri oleh si pemilik uang,,
saat si istri ingin ikut mengecek uang tersebut, si suami malah seolah-olah menyalahkan si isti yang ingin ikut menghitungnya,.. Nek wis diserahke ya wis no,.. yang kuherankan,.. sukanya kok malah menyalahkan istrinya itu yang tak bisa kumengerti dari si suami,.. Dan si istri pun mundur tak mau melanjutkan ikut menghitung dan ikut percaya saja hitungan si penerima,..
saat dia menghitung kembali uangnya yang masih tersisa,.. ternyata jumlahnya tak sesuai dengan perhitungannya,.. Dia mengira ikut terbawa dalam uang yang diserahkan tadi,.. hal itu disampaikan ke suaminya, lagi-lagi si suami menyalahkannya, " lha tadi kan sudah dihitung,.."
" Benar juga dah dihitung, tapi maksudku tadi dirimu juga tak suruh menghitung."
" paling lupa dah diambil untuk apa gitu,.."
ya Allah,.. betapa sukanya menyalahkan istrinya sendiri. Dalam satu kasus saja sudah ribuan kali menyalahkannya tanpa pernah mau disalahkan,..
Sungguh sikap yang menunjukkan ketiadaan kerja sama yang harmonis,.. mampukah anda bisa bertahan dengan kondisi demikian,..? si istri hanya menginginkan rasa saling pengertian,.. bukan suka menyalahkan secara mendadak begitu,.. yang jelas ,..si istri sedang berpikir bagaimana mengecek kembali ke sana,.. tapi mungkinkah itu.? Sudah ada kesepahaman ( seolah-olah deh,,,)
Kalau memang uangnya terbawa ke sana ,.. si istri hanya berharap agar si penerima MEMILIKI SIKAP YANG JUJUR, JANGAN MENYALAHGUNAKAN SEBUAH KEPERCAYAAN,...Kalau tak ada jalan keluar,.. mau tak mau si istri mesti memendam kekecewaan itu,.. dan tak tahu akan berakhir sampai kapan sebab tak tahu hal itu terjadi karena kesalahan siapa,..
Menurut Anda, bagaimana solusi terbaik untuk kasus tersebut????????????????????????/
Sebagai misal kasus begini,.. ada seorang rekan yang menawarkan sebidang tanah sedangkan memang kita sedang menginginkannya. Kita pun selalu mencoba berkomunikasi dengan orang terdekat kita,.. yah,.. suami kita atau istri kita lah,..akhirnya ternyata, suami kita pun setuju dan akhirnya memproses bisa tidaknya ada kesepakatan harga,.. Hingga akhirnya,.. kesepakatan pun diperoleh,.. ternyata si pemilik tanah meminta uang jaminan,.. si suami meminta istrinya untuk menyiapkan uang itu,.. dengan dasar perhitungan yang pernah dia lakukan,. akhirnya uang itu diserahkan ke suaminya untu dihitung,. Eh,.. si suami malah menyerahkan uang itu untuk dihitung sendiri oleh si pemilik uang,,
saat si istri ingin ikut mengecek uang tersebut, si suami malah seolah-olah menyalahkan si isti yang ingin ikut menghitungnya,.. Nek wis diserahke ya wis no,.. yang kuherankan,.. sukanya kok malah menyalahkan istrinya itu yang tak bisa kumengerti dari si suami,.. Dan si istri pun mundur tak mau melanjutkan ikut menghitung dan ikut percaya saja hitungan si penerima,..
saat dia menghitung kembali uangnya yang masih tersisa,.. ternyata jumlahnya tak sesuai dengan perhitungannya,.. Dia mengira ikut terbawa dalam uang yang diserahkan tadi,.. hal itu disampaikan ke suaminya, lagi-lagi si suami menyalahkannya, " lha tadi kan sudah dihitung,.."
" Benar juga dah dihitung, tapi maksudku tadi dirimu juga tak suruh menghitung."
" paling lupa dah diambil untuk apa gitu,.."
ya Allah,.. betapa sukanya menyalahkan istrinya sendiri. Dalam satu kasus saja sudah ribuan kali menyalahkannya tanpa pernah mau disalahkan,..
Sungguh sikap yang menunjukkan ketiadaan kerja sama yang harmonis,.. mampukah anda bisa bertahan dengan kondisi demikian,..? si istri hanya menginginkan rasa saling pengertian,.. bukan suka menyalahkan secara mendadak begitu,.. yang jelas ,..si istri sedang berpikir bagaimana mengecek kembali ke sana,.. tapi mungkinkah itu.? Sudah ada kesepahaman ( seolah-olah deh,,,)
Kalau memang uangnya terbawa ke sana ,.. si istri hanya berharap agar si penerima MEMILIKI SIKAP YANG JUJUR, JANGAN MENYALAHGUNAKAN SEBUAH KEPERCAYAAN,...Kalau tak ada jalan keluar,.. mau tak mau si istri mesti memendam kekecewaan itu,.. dan tak tahu akan berakhir sampai kapan sebab tak tahu hal itu terjadi karena kesalahan siapa,..
Menurut Anda, bagaimana solusi terbaik untuk kasus tersebut????????????????????????/
Perempuan yang masih terus ingin belajar menjadi dirinya sendiri, menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, menjadi istri yang baik untuk suaminya, menjadi ibu yang baik untuk anak - anaknya, menjadi warga masyarakat dan warga negara yang baik lagi berguna untuk kemajuan dan nama baik negara tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)
